Rabu, 05 April 2017

pagi yang menyongsong senja

Seperti pagi ini, sangat sepi, dan aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Hingga nanti senjapun datang aku masih tetap disini. Mentari tak menyapaku, mentari tak memberi semangat padaku bagaimana aku tak kesepian seperti ini. Bahkan aku tak mampu untuk melanjutkan semua aktivitasku ini. Pagi yang aku tunggu ternyata membawa keheningan pada kesunyian diri ini. Burung yang biasanya berciu-ciu bersebrangan diatap rumahku pagi ini ia tiada, ayam jantan yang biasanya berkokok membangunkanku pagi ini tiada pula. Keheningan selalu menyapa dalam perjalananku, hingga aku sudah tak kuasa untuk melankah lagi.

“Adakalanya aku ingin menempatkan diri ini seperti Embun. Seperti tetesan air dipagi hari yang datang setelah fajar terbit dan menghilang kala untuk menyongsong hingga senja”.

Apa yang sedang aku lihat, apa yang sedang aku dengar, dan apa yang sedang aku rasakan. aku sudah merasakan asupan sinar pagimu untuk memberikan semangat padaku agar aku mampu melanjutkan perjalan ini hingga senja nanti. beraktivitas dan melanjutkan perjalanan ini tak perlu banyak berfikir lagi karena pagiku sekarang adalah pagi yang membawa sejuta keindahan pagi yang ramai penuh dengan aktivitas. Beranggapan dengan datangnya senja aku tak takut dan merasa kesepian lagi karena banyak aktivitas yang aku jalankan sesui alur yang tertera pada perjalananku untuk menyongsong hingga senja menyapaku dengan hembusan angin yang manja yang menjelang malam tiba berasa syahdu.

Pagi bukan alasan untuk bermanja-manjaan ditempat. pagi adalah bergantinya hari untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan yang akan kita kejar dalam hidup. Merangkai sajak-sajak dalam kehidupan yang telah kita rasakan didunia. Seperti mimpi diatas satu setengah kaki sebuah perjalan hidup yang sangat keras sepeti kerasnya baja. Semua itu akan baik-baik saja jika kita sanggup melanjutkan perjalananmu. Perjalanan sangat panjang dan jauh maka jangan berhenti disatu sisi saja. Sisi-sisi yang lain bahkan banyak yang lebih baik dan lebih membuat fikiran kita mengudara terbang hingga keujung dunia pasti kita akan menempuhnya pula.

Melanjutkan perjalan hidup kita tak lupa dari rasa antusias. Berjalan tak hanya sekadar berjalan, namun rasa antusias itu membuat kita berhati-hati, agar perjalan kita tidak sesat pada jalan yang kita telusuri saat pagi hingga senja. Pagi berjalan dengan hati-hati saat menuju senja. Itu adalah melambangkan agar kita untuk berhati-hati dan bersungguh-sungguh, suatu aktivitas  bila tidak didasari dengan rasa ikhlas maka akan tersia-sia oleh apa yang saat kita jalankan hingga hari demi hari telah kita lalui.

Bersamanya Embun yang sudah ditakdirkan saat fajar untuk mengilang. Ia akan datang lagi saat bergantinya pagi menyambut matahari menyapa. Dan aku ditakdirkan untuk sepertinya, agar aku bisa menjalankan perjalananku kembali hingga tapak kaki ini mampu mengukir disepanjang jalan yang menyelusuri perjalananku. Dan pada saat aku berfikir kenapa harus menunggu esok bila sekarang aku mampu menjalankannya. Kita itu hanya untuk menyongsong masa depan bukan masa bergelantungan, itu adalah masa-masa yang tidak jelas, tidak memiliki karakteristik pada hidupnya. Dalam perjalanan hidup ada yang namanya kegagalan. Itu hanya wajar semua orang pasti mengalami kegagalan, namun jangan heran dan jangan putus asa karena hanya mengalami kegagalan, kegagalan adalah suatu proses untuk mengantarkan kita melanjutkan dalam perjalanan.

Mencoba untuk merenung lagi, saya berfikir dan berevaluasi diri. “apa sebenarnya saya salah dalam hidupku? Saat mengalami kegagalan tersebut. Tetapi tidak lama saya mendapatkan inspirasi baru bahwa kegagalan sebuah rancangan awal sebagaimana orang yang sudah berusaha sungguh-sungguh tapi belum menemukan jalan yang diinginkan. Namun tak pernah ngeluh, semua jalan yang kita jalani sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Kita hanya menjalankan alur kita. Sebagaimana dengan Cahaya mentari yang tugasnya hanya untuk menerangi sejagat raya namaun matahari tak mampu untuk menghiasi saat malam-malam yang gundah. Melainkan pula bintang hanya untuk menghiasi malam-malam kita ia hanya selalu ada pada waktu malam saja.

Lihatlah pada cermin itu. Orang yang ada dicermin itu adalah sang penolong yang kita cari untuk menunjukan bagaimana caranya maraih sukses. Nah, sesungguhnya tidak ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati ujuan dan tantangan. Tanpa kita memulai diri sendiri untuk berusaha, belajar dan berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka kita tidak akan pernah meraih sukses”. Semua itu berawal dari diri kita masing-masing, jika kita mampu melanjutkan perjalanan ini, maka sukses akan dirinya menghampiri kita dan selalu bersahabat pada diri kita.

Bertindak untuk menjadi orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjalannnya. Menjalankan sesuatu dengan niat yang hakiki serta lantunan doa semangat dan ulet. Maka kesengsaraan akan menjauh pada diri kita bahkan  itu menjadi musuh kita selamanya dalam hidup kita. Memiliki pribadi yang cendekia sangatlah mudah asal kita tidak lalai dalam perjalanan yang kita tempuh. Ingatlah pada setiap pagi, rasakan asupan sinarnya yang memberikan semangat baru untuk kita. Sesepi pagi ini akan memengarui perjalannan kita. Itu tentu karena sepi kita tidak mau menjalankannya bahkan melangkah satu langkah pun tak mau serasa berat perjalanan yang kutempuh.

Aku suka senja. Karena senja adalah saat matahari mulai redup ia memberikan warna yang indah pada langit. Iaa mampu memberikan pancaran sinarnya yang begitu lembut untuk memandangnya aku tak bosan selalu beiringan dengan angin yang menerjang ombak dilautan dan daun-daun yang melambai-lambai.
Namun, aku lebih suka Pagi. Pagi adalah harapan indah yang aku miliki untuk meraih angan di hati, dengan semangat tak pernah mati. Kubuka pagiku dengan bahagia karena sejahtera menyapa jiwa raga sehat tiada luka terucap syukur kepada yang maha kuasa. Kubuka pagi dengan ceria, semua akan baik-baik saja jika kita selalu positif terus melangkah pada perjalanan ini, maka kesuksesan untuk kita semua.

@Terima kasih
sedikit bercerita pada kehidupan perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar