sebuah buku
kau tempatku menabur ilmu
kau jendela dalam hidupku
kau tempat tuk goreskan jutaan pena
di setiap lembaran-lembaran dibadanmu
ada kata-kata yang indah
buku
kau hanya diam membisu
namun, kau selalu temani dalam sepiku
kau tak pedui dalam sedihku
tapi kau mampu buatku berbagi rasa
buku
terkadang kau tertumpuk begitu saja
tak satupun orang yang mau menyapamu
deburan debu yang menyelimuti badanmu
buku
kau mengajari arti sebuah kehidupan
tanpamu, jadilah aku yang amat miskin pengetahuan
tiada pantas kau kulewati dan kubiarkan dirimu begitu saja
hanya kaulah tempat berbagi
Blognya Yuni AW
Rabu, 13 September 2017
Kamis, 29 Juni 2017
senja hadirkan semangat
Seperti
pagi ini, sangat sepi, dan aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Hingga
nanti senjapun datang aku masih tetap disini. Mentari tak menyapaku, mentari
tak memberi semangat padaku bagaimana aku tak kesepian seperti ini. Bahkan aku
tak mampu untuk melanjutkan semua aktivitasku ini. Pagi yang aku tunggu
ternyata membawa keheningan pada kesunyian diri ini. Burung yang biasanya
berciu-ciu bersebrangan diatap rumahku pagi ini ia tiada, ayam jantan yang
biasanya berkokok membangunkanku pagi ini tiada pula. Keheningan selalu menyapa
dalam perjalananku, hingga aku sudah tak kuasa untuk melankah lagi.
“Adakalanya
aku ingin menempatkan diri ini seperti Embun. Seperti tetesan air dipagi hari
yang datang setelah fajar terbit dan menghilang kala untuk menyongsong hingga
senja”.
Apa
yang sedang aku lihat, apa yang sedang aku dengar, dan apa yang sedang aku
rasakan. aku sudah merasakan asupan sinar pagimu untuk memberikan semangat
padaku agar aku mampu melanjutkan perjalan ini hingga senja nanti. beraktivitas
dan melanjutkan perjalanan ini tak perlu banyak berfikir lagi karena pagiku
sekarang adalah pagi yang membawa sejuta keindahan pagi yang ramai penuh dengan
aktivitas. Beranggapan dengan datangnya senja aku tak takut dan merasa kesepian
lagi karena banyak aktivitas yang aku jalankan sesui alur yang tertera pada
perjalananku untuk menyongsong hingga senja menyapaku dengan hembusan angin
yang manja yang menjelang malam tiba berasa syahdu.
Pagi
bukan alasan untuk bermanja-manjaan ditempat. pagi adalah bergantinya hari
untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan yang akan kita kejar dalam hidup.
Merangkai sajak-sajak dalam kehidupan yang telah kita rasakan didunia. Seperti
mimpi diatas satu setengah kaki sebuah perjalan hidup yang sangat keras sepeti
kerasnya baja. Semua itu akan baik-baik saja jika kita sanggup melanjutkan
perjalananmu. Perjalanan sangat panjang dan jauh maka jangan berhenti disatu
sisi saja. Sisi-sisi yang lain bahkan banyak yang lebih baik dan lebih membuat
fikiran kita mengudara terbang hingga keujung dunia pasti kita akan menempuhnya
pula.
Melanjutkan
perjalan hidup kita tak lupa dari rasa antusias. Berjalan tak hanya sekadar
berjalan, namun rasa antusias itu membuat kita berhati-hati, agar perjalan kita
tidak sesat pada jalan yang kita telusuri saat pagi hingga senja. Pagi berjalan
dengan hati-hati saat menuju senja. Itu adalah melambangkan agar kita untuk
berhati-hati dan bersungguh-sungguh, suatu aktivitas bila tidak didasari dengan rasa ikhlas maka
akan tersia-sia oleh apa yang saat kita jalankan hingga hari demi hari telah
kita lalui.
Bersamanya
Embun yang sudah ditakdirkan saat fajar untuk mengilang. Ia akan datang lagi
saat bergantinya pagi menyambut matahari menyapa. Dan aku ditakdirkan untuk sepertinya,
agar aku bisa menjalankan perjalananku kembali hingga tapak kaki ini mampu
mengukir disepanjang jalan yang menyelusuri perjalananku. Dan pada saat aku
berfikir kenapa harus menunggu esok bila sekarang aku mampu menjalankannya. Kita
itu hanya untuk menyongsong masa depan bukan masa bergelantungan, itu adalah
masa-masa yang tidak jelas, tidak memiliki karakteristik pada hidupnya. Dalam
perjalanan hidup ada yang namanya kegagalan. Itu hanya wajar semua orang pasti
mengalami kegagalan, namun jangan heran dan jangan putus asa karena hanya
mengalami kegagalan, kegagalan adalah suatu proses untuk mengantarkan kita
melanjutkan dalam perjalanan.
Mencoba
untuk merenung lagi, saya berfikir dan berevaluasi diri. “apa sebenarnya saya
salah dalam hidupku? Saat mengalami kegagalan tersebut. Tetapi tidak lama saya
mendapatkan inspirasi baru bahwa kegagalan sebuah rancangan awal sebagaimana
orang yang sudah berusaha sungguh-sungguh tapi belum menemukan jalan yang
diinginkan. Namun tak pernah ngeluh, semua jalan yang kita jalani sudah
ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Kita hanya menjalankan alur kita. Sebagaimana
dengan Cahaya mentari yang tugasnya hanya untuk menerangi sejagat raya namaun
matahari tak mampu untuk menghiasi saat malam-malam yang gundah. Melainkan pula
bintang hanya untuk menghiasi malam-malam kita ia hanya selalu ada pada waktu
malam saja.
Lihatlah
pada cermin itu. Orang yang ada dicermin itu adalah sang penolong yang kita
cari untuk menunjukan bagaimana caranya maraih sukses. Nah, sesungguhnya tidak
ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati ujuan
dan tantangan. Tanpa kita memulai diri sendiri untuk berusaha, belajar dan
berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka kita tidak akan pernah
meraih sukses”. Semua itu berawal dari diri kita masing-masing, jika kita mampu
melanjutkan perjalanan ini, maka sukses akan dirinya menghampiri kita dan
selalu bersahabat pada diri kita.
Bertindak
untuk menjadi orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah
dikerjalannnya. Menjalankan sesuatu dengan niat yang hakiki serta lantunan doa
semangat dan ulet. Maka kesengsaraan akan menjauh pada diri kita bahkan itu menjadi musuh kita selamanya dalam hidup
kita. Memiliki pribadi yang cendekia sangatlah mudah asal kita tidak lalai
dalam perjalanan yang kita tempuh. Ingatlah pada setiap pagi, rasakan asupan
sinarnya yang memberikan semangat baru untuk kita. Sesepi pagi ini akan
memengarui perjalannan kita. Itu tentu karena sepi kita tidak mau
menjalankannya bahkan melangkah satu langkah pun tak mau serasa berat
perjalanan yang kutempuh.
Perjalanan
ini yang membuatku mengerti apa arti sebuah kehidupan. Kita belajar dari hal
kecil terlebih dahulu lalu kita bisa merasakan bahwa hal kecil tidak semuanya
berjalan dengan mulus, semua butuh proses dengan sendirinya. Diibaratkan saja
matahari terbit dari timur lalu tenggelam dari sebelah barat, semua akan
berproses dengan baik karena sesuatu yang kita jalankan tidak bisa kita lalui
dengan secara instan.
Aku
suka senja. Karena senja adalah saat matahari mulai redup ia memberikan warna
yang indah pada langit. Iaa mampu memberikan pancaran sinarnya yang begitu
lembut untuk memandangnya aku tak bosan selalu beiringan dengan angin yang
menerjang ombak dilautan dan daun-daun yang melambai-lambai.
Namun,
aku lebih suka Pagi. Pagi adalah harapan indah yang aku miliki untuk meraih
angan di hati, dengan semangat tak pernah mati. Kubuka pagiku dengan bahagia
karena sejahtera menyapa jiwa raga sehat tiada luka terucap syukur kepada yang
maha kuasa. Kubuka pagi dengan ceria, semua akan baik-baik saja jika kita
selalu positif terus melangkah pada perjalanan ini, maka kesuksesan untuk kita
semua.
muda berkarya
Seorang
pemuda adalah sosok yang masih menggenggam kesemangatan tinggi. Hingga mereka
bisa meruntuhkan tembok-tembok yang menghalanginya. Berkarya yaitu salah satu
sesuatu yang menghasilkan karya terbaik untuk membuat dunia ini tercengang. Ada
nya seorang pemuda yang memiliki suatu etos semangat yang tinggi akan
menciptakan suatu keberhasilan pada diri untuk dunia. Semua pemuda tercipta
dengan kesempurnaan yang sama, tetapi yang membedakan adalah semangat. Semangat
untuk mengubah dunia menjadi lebih baik agar dunia yang kita tempati ini
semakin berwarna dan hidup.
Tuhan
memberikan sepasang tangan untuk mengukir segala keindahan pada dunia dan
memberikan sepasang kaki untuk menjelajahi pada alam ini. semua akan indah jika
kita mampu memberikan yang terbaik buat dunia, dunia tak akan malu jika kamu
mampu memberikn dengan kesungguhan dan kemampuan dalam kehidupan yang hidup
kini. Jangan bermalas-malas jika kalian mampu bisa dan kembangkan atas
potensimu yang kamu miliki. Tuhan memberimu kelebihan itu untuk kau kembangkan
untuk kau perlihatkan pada dunia ini. Semua tak akan sia-sia jika tanganmu
mampu melukis dan hatimu ikhlas bertindak serta fikiranu mampu kau buka untuk
dunia ini.
Para
pemuda-pemudi dizaman era sekarang banyak yang membuka fikirannya untuk
berkarya mereka sadar bahwasannya mereka tak mau ditertawakan oleh dunia, dunia
yang sekarang ini mampu berlomba-lomba untuk menjadikan manusianya berfikir
jernih, membuka mata serta kreatifitasnya yang sangat ditunggu-tunggu oleh
banyak orang.
Bermataforislah
hingga keujung duniamu, carilah keberhasilan hingga kamu mampu mengembangkan
karyamu, karya yang sudah kamu lukiskan tak akan pernah mati melainkan akan
dikenang hingga kamu kembali ke asal duniamu itu sendiri.
Selasa, 27 Juni 2017
cantiknya bunga
harumnya bunga, membuah hidung ini manja tak ingin lepas dari indahnya setangka. bunga yang mekar membuat dunia lebih pesona memberi warna pada kehidupan, menghiasi pada alam untuk melengkapi semua kekeruhan menjadi indah. oh bunga harummu tiada tandingannya cantikmu sangat merona semua orang akan tertarik pada mu, kau yang bisa memberikan cinta kepada wanita, saat pria tak mampu utuk mengucapkan sbuah kata-kata. saat musim dingin berlalu datanglah musim bersemi disaat bunga itu layu kembali berseeri mekar indah pesona auranya memancarkan pesona indah.
hangatnya musim semi memberikan semangat, disaat burung-burung dapat bernyanyi merdu. seakan dunia tampak denga surga, haruya bunga berhiaskan warna-warni dan berdendangkan lagu kicauan buung yang merdu.
mana mungkin aku berpaling darinya, aku akan menikmati keindahan yang telah semua ada didepan mata, bersamanya matari yang memberikan kehangatan kepada alam semesta yang membuatku merasa hidup kembali , kuharap musim tidak akan pernah berganti musim semi yang paling indah karena aku bisa melihatnya bunga yang mekar itu.
hangatnya musim semi memberikan semangat, disaat burung-burung dapat bernyanyi merdu. seakan dunia tampak denga surga, haruya bunga berhiaskan warna-warni dan berdendangkan lagu kicauan buung yang merdu.
mana mungkin aku berpaling darinya, aku akan menikmati keindahan yang telah semua ada didepan mata, bersamanya matari yang memberikan kehangatan kepada alam semesta yang membuatku merasa hidup kembali , kuharap musim tidak akan pernah berganti musim semi yang paling indah karena aku bisa melihatnya bunga yang mekar itu.
dieng indonesia
Setahun yang silam aku pernah mendaki gunung Prahu tempat keberadaannya di Dieng, aku tak pernah menyangka dengan keberadaanku waktu itu, rasya syukurku tiadanya hentinya saat mengingat sang Tuhan. bersyukur kaki yag lemah ini ternyata bisa sampai ke atas gunung, melihat sang awan penuh dengan hiasan dengan warna putih kebiru-biruan, banyak merintangi berbagai hal-hal, yaitu kedinginan, kelelahan, hingga kami tak bisa lagi untuk melindugan diri ini, angin yang begitu kencang menyapu debu-debu yang menghantam muka, mata, dan lain sebagainya, kami tak kuasa atas semua yag sudah terjadi, hanya untuk sampai kepucuk gunung melihat alam yang berada disekitar dan bawahnya begitu agungnya keindahan yang Tuhan lukiskan ini, oh Gunung...betapa gagahya dirimu ini, yang berdiri tegak menantag langit. engkau mampu menjulang tinggi mampu mencapai awan yang membiru. dan kau mampu memberi keindaha dengan warnamu yang hijau tampak terlihat subur dan makmur, padahal disitu panasnya yang menghantam dirimu.
Tubuhmu sangatlah besar, lebih besar dari lava yang ada diisi perutmu, lava yang panas dan membekar, tapi kau gigih dengan berdiri tegap menghadap segalanya.
@syukurku mendakimu dengan kaki yang lemah hingga mampu menembus awan biru dan mencapaimu setinggi-tingginya
Tubuhmu sangatlah besar, lebih besar dari lava yang ada diisi perutmu, lava yang panas dan membekar, tapi kau gigih dengan berdiri tegap menghadap segalanya.
@syukurku mendakimu dengan kaki yang lemah hingga mampu menembus awan biru dan mencapaimu setinggi-tingginya
kemerlipnya keindahan
ketika aku berada di atas kunikmati pantai Marina yang indah, angin yang menghembus menerpaku deburan ombak yang menerjang bebatuan sekitar, luasnya lautan yang mengkilatkan cahaya mentari membuatku tak ingin sebentar disitu. semua keindahan nan alami penuh imaji, ingin ku ungkapkan semua kata-kata, karena keindahannya tak bisa kulampau, di tengahnya sana banyak karang yang berdiri dengan teguh, langitpu terlihat membiru sehingga meluaskan samudra yang tak bertepi, ku hanya bisa memandagnya saja, ku hanya bisa melangkahkan kaki ini dengan setapak-tapak. lalu yang bisa menjadi janji fakta adalah bekas jejak yang kuat karena tak bisa diterpa oleh ombak yang menentang.dan inilah pantai penuh pesona, semua karya Tuhan yang abadi tiada tandingannnya. terkadang tangan-tangan manusialah yang nakal dan kejam yang bisa merobek lukisan keindahan nan biru itu
Ketika alam marah, semua lautan tak bisa nampak membiru lagi melainkan akan berubah menjadi coklat, semua terjadi musibah tanpa kita sadari bahwa ulah manusia yang tak bisa menjaga kelestarian yang sudah Tuhan lukiskan dengan seindah mungkin. kalau sudah begitu siapa yang wajib kita salahkan? manusiakah atau siapakah? dan saat Tuhan berkata "wahai manusia kenapa kau tak pernah mensyukuri nikmat yang aku beri, itu adalah lukisanku utukmu, agar dunia ini nampak indah dan pesona, dengan kelestarian dan kemurnian semua itu kuberikan untuk kalian semua untuk anak cucu kalian semua, agar semeka semua melihat dan bisa meikmati keindahan yang membiru itu.
Apa jadinya kalau sudah seperti itu kah, apa kalian semua ingin hidup di dunia dengan kekumuhan yang kericuhan, seingga tak bisa menikmati lukisan-lukisan itu, dan marilah kita syukuri menjaga menikmati lukisan=lukisan tuhan yang sudah di sediakan untuk kita semua.
@salam-indonesia dari saya Yuni Ambarwati
Ketika alam marah, semua lautan tak bisa nampak membiru lagi melainkan akan berubah menjadi coklat, semua terjadi musibah tanpa kita sadari bahwa ulah manusia yang tak bisa menjaga kelestarian yang sudah Tuhan lukiskan dengan seindah mungkin. kalau sudah begitu siapa yang wajib kita salahkan? manusiakah atau siapakah? dan saat Tuhan berkata "wahai manusia kenapa kau tak pernah mensyukuri nikmat yang aku beri, itu adalah lukisanku utukmu, agar dunia ini nampak indah dan pesona, dengan kelestarian dan kemurnian semua itu kuberikan untuk kalian semua untuk anak cucu kalian semua, agar semeka semua melihat dan bisa meikmati keindahan yang membiru itu.
Apa jadinya kalau sudah seperti itu kah, apa kalian semua ingin hidup di dunia dengan kekumuhan yang kericuhan, seingga tak bisa menikmati lukisan-lukisan itu, dan marilah kita syukuri menjaga menikmati lukisan=lukisan tuhan yang sudah di sediakan untuk kita semua.
@salam-indonesia dari saya Yuni Ambarwati
Jumat, 23 Juni 2017
LIMA HARI
Hari ini, tepatnya lima hari
Aku menuju jawaku kala itu,
aku merasa kegirangan
bahkan, aku tak tahu apa artinya duka
semua ku nikmati dengan lapang dada
indahnya alammu tiada tandingannya
duduk bersandar dengan lamunan
terkadang terseyum manja
bersama angin yang selalu menyapa
menerjang segala yang ada didepanku
tak kuasa aku menolaknya
hingga terpejamnya mataku
untuk menghindari dari berbagai hembusan angin
bergejolak menganak panah pikiranku
bahwa semua bisa terjadi dalam sekejamnya waktu
dengan kenikmatan yang kurasa hanya sementara waktu saja
cintaku dewataku
Aku menuju jawaku kala itu,
aku merasa kegirangan
bahkan, aku tak tahu apa artinya duka
semua ku nikmati dengan lapang dada
indahnya alammu tiada tandingannya
duduk bersandar dengan lamunan
terkadang terseyum manja
bersama angin yang selalu menyapa
menerjang segala yang ada didepanku
tak kuasa aku menolaknya
hingga terpejamnya mataku
untuk menghindari dari berbagai hembusan angin
bergejolak menganak panah pikiranku
bahwa semua bisa terjadi dalam sekejamnya waktu
dengan kenikmatan yang kurasa hanya sementara waktu saja
cintaku dewataku
Langganan:
Komentar (Atom)



