Sabtu, 22 April 2017

SEMARAK KARTINI 2017

SEMARAK KARTINI
DI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Setiap Tanggal 21 April kita sebagai warga negara Indonesia khususnya perempuan merayakan Hari Kartini, dari tahun ke tahun sejauh yang kita ingat setiap hari Kartini disekolah atau dikampus diwajibkan memakai pakaian adat daerah dari berbagai pelosok tanah air atau kegiatan‐kegiatan yang berkaitan dengan kewanitaan. Salah satunya kampus Universitas PGRI Semarang yang tiap tahunnya akan selalu memperingati Tanggal 21 hari Kartni dan selalu diselenggaran oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.
Serta pemilihan PUTRI KARTINI dari 21 peserta yang terpilih semua memiliki jiwa kaum para wanita yang mampu memberikan peneladanan serta motivasi-motivasi agar kaum wanita bisa terinspirasi dengan adanya sosok Ibu Kartini ibu pejuang yang mampu mengobarkan jiwa raganya untuk anak-anak bangsa, dan mereka mampu menjadi pengayoman untuk mendidik dan menjadi guru ngaji pula. Luar basanya ibu Kartini ini perempuan yang tangguh serta bisa dikatakan jiwa laki-laki. Pendidikan Bahasa Sastra dan seni ini tujuan kami semua adalah agar putri katini yang dipilih bisa memberikan contoh yang baik dan patut ditiru bagi semua wanita tepatnya dilingkungan kampus kami yaitu kampus Universitas PGRI Semarang.
Dari 21 finalis putri kartini hanya tiga orang saja yang ditentukan yang lebih baik dari yang lainnya. Dari ke tiga orang tersebut ada yang menjadi putri kartini, putri persahabatan, dan putri kartini favorid, pemilihan tiga orang tersebut tidak hanya memilih saja melainnya banyak perjalanan untuk menyeleksinya. Agar perempuan tersebut bisa memberi contoh bagi teman-teman yang menjadi kaum wanita terbaik. Agar wanita yang lain dapat termotivasi, dari ketiga orang terpilih tadi bisa lebih baik untuk memperjuangkan sesuai hak yang telah ditentukan bersama kaum wanita tercinta.
Padahal justru dalam sejarahnya Ibu Kartini malah berusaha mendobrak dominasi kaum pria dimana kaum perempuan bisa sekolah setinggi‐tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.
Tapi Ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari harapan, ada yang mandiri seolah‐olah bisa hidup tanpa kaum pria, atau kaum perempuan menjadi budak di negeri orang dan menjadi bahan pelecehan atau diperjual belikan.Yang seharusnya adalah kesetaraan, saling menghormati, saling mendukung, dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi.
Di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat, masih banyak kita lihat ketidakadilan yang diterima oleh kaum perempuan. Tapi apakah sebagai perempuan harus diam diperlakukan seperti itu. Nasib kita sebagai kaum perempuan ada ditangan kita sendiri, jadi perlihatkan kalau kaum perempuan itu tidak lemah dan mempunyai kekuatan untuk melebihi kaum pria tapi tidak lepas dari tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan ,dan masyarakat sebagai kodratnya kaum perempuan.
Semoga makna Kartini ditahun ini dan juga tahun‐tahun mendatang bukan sekadar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan tapi muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini. Sebuah Bangsa akan maju bergantung pada kualitas perempuan. Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat, dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati, dan seorang anggota masyarakat yang baik dan berkpribadian.“
Peringatan hari kartini identik dengan gegap gempita perayaan untuk menghidupkan lagi semangat emansipasi kaum wanita. Pasalnya, kartini merupakan sosok pejuang yang dinilai berhasil mengangkat derajat kehormatan sosok perempuan yang sebelumnya hanya dipandang sebelah mata.  Peran wanita tidak bisa  dipungkiri begitu penting. Meski dewasa ini perang wanita tak hanya berkutat dilingkungan rumah tangga saja, akan tetapi kaum wanita lah yang merupakan banteng tarakhir perlindungan terhadap anak yang notabene merupakan anak penerus bangsa. Saat ini peran perempuan tidak lagi sekadar berada didalam wilayah domestic, namun peran yang merambah wilayah yang lebih luas dalam sosial kemasyarakatan.
Atas dasar itu pula, kita berharap seluruh masyarakat mengambil hikmah dari perjuangan kartini. Harkat dan martabat kaum perempuan harus terus diperjuangkan sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan. Mereka memiliki hak yang sama dengan kaum laki –laki untuk dilindungi sebagai warga Negara dari segala potensi ancaman dan penindasan. Wanita tidak hanya sebagai ibu rumah tangga yang sudah saya katakana diatas tadi. Namun wanita juga seorang guru bagi anak-anak .mereka mendidik, mengayomi, membimbing dan lani sebagainya. Agar anak-anak mereka bisa meraih suatu cita-cita yang diinginkan, sepertinya dari Ibu Kartini seorang perempuan pejuang keras untuk mensukseskan anak bangsa agar mereka semua menjadi generasi yang berkualitas.
Kartini memiliki cita-cita yang luhur pada saat itu yaitu mengubah masyarakat. Khususnya kaum perempuan yang tidak memperoleh hak pendidik. Juga untuk melepaskan diri dari kaum yang tidak adil dan paham-paham materialisme untuk kemudian beralih keadaan ketika kaum perempuan mendapatkan akses untuk mendapatkan hak dan dalam menjalankan kewajibannya. Dalam bukunya yang tertulis Kartini untuk  Anton dan Nyonya pada4 Oktober 1920. Yaitu, “ kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, buakn sekali-kali dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan penaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.
Ilmu yang diperoleh para wanita melalui pendidikan inisebagai bekal mendidik anak-anak kelak agar menjadi generasi yang cendekia. Bukankah anak yang dibesarkan dari ibu yang berkependidikan akan sangat berbeda kualitasnya engan mereka yang dibesarkan secara asal? Inilah yang saat diperjuangkan kartini selama ini. Dan harus kita contoh, karena generasi semakin maju maka semakin baik pula dan banyak alat-alat teknologi yang canggih. Dari itu wanita bisa belajar dengan alat yang lebih canggih untuk mencari informasi agar bisa dicontohkan untuk anak-anaknya kelak
Kartini adalah sosok yang berani menentang adat-istiadat yang kuat dilingkungannay. Dia menganggap manusia yang sederajat sehingga tidak seharusnya adat-istiadat membedakan berdasarkan asal usul keturunannya. Pada saat kartini menjadi kyai, ia baru mengerti makna dan arti surat pertama dan induk Al Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubarinya. Demikianlah, kartini adalah sosok yang mengajak setiap perempuan memegang teguh ajaran agamanya dan meninggalkan ide kebebasan yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya . kartini menunjukan bahwa kartini berjuang dalam kerangka mengubah keadaan perempuan pada sat itu agar dapat mendapatkan haknya. Diantaranya menurut pendidikan dan pengajaran untuk kaum peremuan yang juga merupakan Kewajiban dalam islam. Bukan berjuang menuntuk kesetaraan dan pria yang sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis.
Kini jelas apa yang diperjuankan aktivis jender dengan mendorong perempuan meraih kebebasan dan meingkatkan rumah tangganya  bukanlah perjuangan kartini. Sejarah kartini telah dipersalahgunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Kaum muslim telah dijauhkan dari islam dengan dalih kebebasan, keadilan, dan kesetaraan jender. refleksi perjuangan kartini saat ini sangat disayangkan karena banyak disalah artikan oleh wanita-wanita Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh pejuang-pejuang. Fenimisme untuk menipu para wanita. Agar mereka beranggapan bahwa perjuangan fenimisme memiliki akar dinegerinya sendiri yaitu perjuangan kartini. Mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal yang kadangkala sampai sampai dibatas kodrat sebagai wanita.
Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar