Rabu, 13 September 2017

Sebuah Buku

sebuah buku

kau tempatku menabur ilmu
kau jendela dalam hidupku
kau tempat tuk goreskan jutaan pena
di setiap lembaran-lembaran dibadanmu
ada kata-kata yang indah

buku
kau hanya diam membisu
namun, kau selalu temani dalam sepiku
kau tak pedui dalam sedihku
tapi kau mampu buatku berbagi rasa

buku
terkadang kau tertumpuk begitu saja
tak satupun orang yang mau menyapamu
deburan debu yang menyelimuti badanmu

buku
kau mengajari arti sebuah kehidupan
tanpamu, jadilah aku yang amat miskin pengetahuan
tiada pantas kau kulewati dan kubiarkan dirimu begitu saja
hanya kaulah tempat berbagi


Kamis, 29 Juni 2017

senja hadirkan semangat


Seperti pagi ini, sangat sepi, dan aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Hingga nanti senjapun datang aku masih tetap disini. Mentari tak menyapaku, mentari tak memberi semangat padaku bagaimana aku tak kesepian seperti ini. Bahkan aku tak mampu untuk melanjutkan semua aktivitasku ini. Pagi yang aku tunggu ternyata membawa keheningan pada kesunyian diri ini. Burung yang biasanya berciu-ciu bersebrangan diatap rumahku pagi ini ia tiada, ayam jantan yang biasanya berkokok membangunkanku pagi ini tiada pula. Keheningan selalu menyapa dalam perjalananku, hingga aku sudah tak kuasa untuk melankah lagi.
“Adakalanya aku ingin menempatkan diri ini seperti Embun. Seperti tetesan air dipagi hari yang datang setelah fajar terbit dan menghilang kala untuk menyongsong hingga senja”.
Apa yang sedang aku lihat, apa yang sedang aku dengar, dan apa yang sedang aku rasakan. aku sudah merasakan asupan sinar pagimu untuk memberikan semangat padaku agar aku mampu melanjutkan perjalan ini hingga senja nanti. beraktivitas dan melanjutkan perjalanan ini tak perlu banyak berfikir lagi karena pagiku sekarang adalah pagi yang membawa sejuta keindahan pagi yang ramai penuh dengan aktivitas. Beranggapan dengan datangnya senja aku tak takut dan merasa kesepian lagi karena banyak aktivitas yang aku jalankan sesui alur yang tertera pada perjalananku untuk menyongsong hingga senja menyapaku dengan hembusan angin yang manja yang menjelang malam tiba berasa syahdu.
Pagi bukan alasan untuk bermanja-manjaan ditempat. pagi adalah bergantinya hari untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan yang akan kita kejar dalam hidup. Merangkai sajak-sajak dalam kehidupan yang telah kita rasakan didunia. Seperti mimpi diatas satu setengah kaki sebuah perjalan hidup yang sangat keras sepeti kerasnya baja. Semua itu akan baik-baik saja jika kita sanggup melanjutkan perjalananmu. Perjalanan sangat panjang dan jauh maka jangan berhenti disatu sisi saja. Sisi-sisi yang lain bahkan banyak yang lebih baik dan lebih membuat fikiran kita mengudara terbang hingga keujung dunia pasti kita akan menempuhnya pula.
Melanjutkan perjalan hidup kita tak lupa dari rasa antusias. Berjalan tak hanya sekadar berjalan, namun rasa antusias itu membuat kita berhati-hati, agar perjalan kita tidak sesat pada jalan yang kita telusuri saat pagi hingga senja. Pagi berjalan dengan hati-hati saat menuju senja. Itu adalah melambangkan agar kita untuk berhati-hati dan bersungguh-sungguh, suatu aktivitas  bila tidak didasari dengan rasa ikhlas maka akan tersia-sia oleh apa yang saat kita jalankan hingga hari demi hari telah kita lalui.
Bersamanya Embun yang sudah ditakdirkan saat fajar untuk mengilang. Ia akan datang lagi saat bergantinya pagi menyambut matahari menyapa. Dan aku ditakdirkan untuk sepertinya, agar aku bisa menjalankan perjalananku kembali hingga tapak kaki ini mampu mengukir disepanjang jalan yang menyelusuri perjalananku. Dan pada saat aku berfikir kenapa harus menunggu esok bila sekarang aku mampu menjalankannya. Kita itu hanya untuk menyongsong masa depan bukan masa bergelantungan, itu adalah masa-masa yang tidak jelas, tidak memiliki karakteristik pada hidupnya. Dalam perjalanan hidup ada yang namanya kegagalan. Itu hanya wajar semua orang pasti mengalami kegagalan, namun jangan heran dan jangan putus asa karena hanya mengalami kegagalan, kegagalan adalah suatu proses untuk mengantarkan kita melanjutkan dalam perjalanan.
Mencoba untuk merenung lagi, saya berfikir dan berevaluasi diri. “apa sebenarnya saya salah dalam hidupku? Saat mengalami kegagalan tersebut. Tetapi tidak lama saya mendapatkan inspirasi baru bahwa kegagalan sebuah rancangan awal sebagaimana orang yang sudah berusaha sungguh-sungguh tapi belum menemukan jalan yang diinginkan. Namun tak pernah ngeluh, semua jalan yang kita jalani sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Kita hanya menjalankan alur kita. Sebagaimana dengan Cahaya mentari yang tugasnya hanya untuk menerangi sejagat raya namaun matahari tak mampu untuk menghiasi saat malam-malam yang gundah. Melainkan pula bintang hanya untuk menghiasi malam-malam kita ia hanya selalu ada pada waktu malam saja.
Lihatlah pada cermin itu. Orang yang ada dicermin itu adalah sang penolong yang kita cari untuk menunjukan bagaimana caranya maraih sukses. Nah, sesungguhnya tidak ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati ujuan dan tantangan. Tanpa kita memulai diri sendiri untuk berusaha, belajar dan berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka kita tidak akan pernah meraih sukses”. Semua itu berawal dari diri kita masing-masing, jika kita mampu melanjutkan perjalanan ini, maka sukses akan dirinya menghampiri kita dan selalu bersahabat pada diri kita.
Bertindak untuk menjadi orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjalannnya. Menjalankan sesuatu dengan niat yang hakiki serta lantunan doa semangat dan ulet. Maka kesengsaraan akan menjauh pada diri kita bahkan  itu menjadi musuh kita selamanya dalam hidup kita. Memiliki pribadi yang cendekia sangatlah mudah asal kita tidak lalai dalam perjalanan yang kita tempuh. Ingatlah pada setiap pagi, rasakan asupan sinarnya yang memberikan semangat baru untuk kita. Sesepi pagi ini akan memengarui perjalannan kita. Itu tentu karena sepi kita tidak mau menjalankannya bahkan melangkah satu langkah pun tak mau serasa berat perjalanan yang kutempuh.
Perjalanan ini yang membuatku mengerti apa arti sebuah kehidupan. Kita belajar dari hal kecil terlebih dahulu lalu kita bisa merasakan bahwa hal kecil tidak semuanya berjalan dengan mulus, semua butuh proses dengan sendirinya. Diibaratkan saja matahari terbit dari timur lalu tenggelam dari sebelah barat, semua akan berproses dengan baik karena sesuatu yang kita jalankan tidak bisa kita lalui dengan secara instan.
Aku suka senja. Karena senja adalah saat matahari mulai redup ia memberikan warna yang indah pada langit. Iaa mampu memberikan pancaran sinarnya yang begitu lembut untuk memandangnya aku tak bosan selalu beiringan dengan angin yang menerjang ombak dilautan dan daun-daun yang melambai-lambai.
Namun, aku lebih suka Pagi. Pagi adalah harapan indah yang aku miliki untuk meraih angan di hati, dengan semangat tak pernah mati. Kubuka pagiku dengan bahagia karena sejahtera menyapa jiwa raga sehat tiada luka terucap syukur kepada yang maha kuasa. Kubuka pagi dengan ceria, semua akan baik-baik saja jika kita selalu positif terus melangkah pada perjalanan ini, maka kesuksesan untuk kita semua.

muda berkarya


Seorang pemuda adalah sosok yang masih menggenggam kesemangatan tinggi. Hingga mereka bisa meruntuhkan tembok-tembok yang menghalanginya. Berkarya yaitu salah satu sesuatu yang menghasilkan karya terbaik untuk membuat dunia ini tercengang. Ada nya seorang pemuda yang memiliki suatu etos semangat yang tinggi akan menciptakan suatu keberhasilan pada diri untuk dunia. Semua pemuda tercipta dengan kesempurnaan yang sama, tetapi yang membedakan adalah semangat. Semangat untuk mengubah dunia menjadi lebih baik agar dunia yang kita tempati ini semakin berwarna dan hidup.
Tuhan memberikan sepasang tangan untuk mengukir segala keindahan pada dunia dan memberikan sepasang kaki untuk menjelajahi pada alam ini. semua akan indah jika kita mampu memberikan yang terbaik buat dunia, dunia tak akan malu jika kamu mampu memberikn dengan kesungguhan dan kemampuan dalam kehidupan yang hidup kini. Jangan bermalas-malas jika kalian mampu bisa dan kembangkan atas potensimu yang kamu miliki. Tuhan memberimu kelebihan itu untuk kau kembangkan untuk kau perlihatkan pada dunia ini. Semua tak akan sia-sia jika tanganmu mampu melukis dan hatimu ikhlas bertindak serta fikiranu mampu kau buka untuk dunia ini.
Para pemuda-pemudi dizaman era sekarang banyak yang membuka fikirannya untuk berkarya mereka sadar bahwasannya mereka tak mau ditertawakan oleh dunia, dunia yang sekarang ini mampu berlomba-lomba untuk menjadikan manusianya berfikir jernih, membuka mata serta kreatifitasnya yang sangat ditunggu-tunggu oleh banyak orang.
Bermataforislah hingga keujung duniamu, carilah keberhasilan hingga kamu mampu mengembangkan karyamu, karya yang sudah kamu lukiskan tak akan pernah mati melainkan akan dikenang hingga kamu kembali ke asal duniamu itu sendiri.

Selasa, 27 Juni 2017

cantiknya bunga

harumnya bunga, membuah hidung ini manja tak ingin lepas dari indahnya setangka. bunga yang mekar membuat dunia lebih pesona memberi warna pada kehidupan, menghiasi pada alam  untuk melengkapi semua kekeruhan menjadi indah. oh bunga harummu tiada tandingannya cantikmu sangat merona semua orang akan tertarik pada mu, kau yang bisa memberikan cinta kepada wanita, saat pria tak mampu utuk mengucapkan sbuah kata-kata. saat musim dingin berlalu datanglah musim bersemi disaat bunga itu layu kembali berseeri mekar indah pesona auranya memancarkan pesona indah.
hangatnya musim semi memberikan semangat, disaat burung-burung dapat bernyanyi merdu. seakan dunia tampak denga surga, haruya bunga berhiaskan warna-warni dan berdendangkan lagu kicauan buung yang merdu.
mana mungkin aku berpaling darinya, aku akan menikmati keindahan yang telah semua ada didepan mata, bersamanya matari yang memberikan kehangatan  kepada alam semesta yang membuatku merasa hidup kembali , kuharap musim tidak akan pernah berganti musim semi yang paling indah karena aku bisa melihatnya bunga yang mekar itu.




dieng indonesia

Setahun yang silam aku pernah mendaki gunung Prahu tempat keberadaannya di Dieng, aku tak pernah menyangka dengan keberadaanku waktu itu, rasya syukurku tiadanya hentinya saat mengingat sang Tuhan. bersyukur kaki yag lemah ini ternyata bisa sampai ke atas gunung, melihat sang awan penuh dengan hiasan dengan warna putih kebiru-biruan, banyak merintangi berbagai hal-hal, yaitu kedinginan, kelelahan, hingga kami tak bisa lagi untuk melindugan diri ini, angin yang begitu kencang menyapu debu-debu yang menghantam muka, mata, dan lain sebagainya, kami tak kuasa atas semua yag sudah terjadi, hanya untuk sampai kepucuk gunung melihat alam yang berada disekitar dan bawahnya begitu agungnya keindahan yang Tuhan lukiskan ini, oh Gunung...betapa gagahya dirimu ini, yang berdiri tegak menantag langit. engkau mampu menjulang tinggi mampu mencapai awan yang membiru. dan kau mampu memberi keindaha dengan warnamu yang hijau tampak terlihat subur dan makmur, padahal disitu panasnya yang menghantam dirimu.
Tubuhmu sangatlah besar, lebih besar dari lava yang ada diisi perutmu, lava yang panas dan membekar, tapi kau gigih dengan berdiri tegap menghadap segalanya.
@syukurku mendakimu dengan kaki yang lemah hingga mampu menembus awan biru dan mencapaimu setinggi-tingginya

kemerlipnya keindahan

ketika aku berada di atas kunikmati pantai Marina yang indah,  angin yang menghembus menerpaku deburan ombak yang menerjang bebatuan sekitar, luasnya lautan yang mengkilatkan cahaya mentari membuatku tak ingin sebentar disitu. semua keindahan nan alami penuh imaji, ingin ku ungkapkan semua kata-kata, karena keindahannya tak bisa kulampau, di tengahnya sana banyak karang yang berdiri dengan teguh, langitpu terlihat membiru sehingga meluaskan samudra yang tak bertepi, ku hanya bisa memandagnya saja, ku hanya bisa melangkahkan kaki ini dengan setapak-tapak. lalu yang bisa menjadi janji fakta adalah bekas jejak yang kuat karena tak bisa diterpa oleh ombak yang menentang.dan inilah pantai penuh pesona, semua karya Tuhan yang  abadi tiada tandingannnya. terkadang tangan-tangan manusialah yang nakal dan kejam yang bisa merobek lukisan keindahan nan biru itu
Ketika alam marah, semua lautan tak bisa nampak membiru lagi melainkan akan berubah menjadi coklat, semua terjadi musibah tanpa kita sadari bahwa ulah manusia yang tak bisa menjaga kelestarian yang sudah Tuhan lukiskan dengan seindah mungkin. kalau sudah begitu siapa yang wajib kita salahkan? manusiakah atau siapakah? dan saat Tuhan berkata "wahai manusia kenapa kau tak pernah mensyukuri nikmat yang aku beri, itu adalah lukisanku utukmu, agar dunia ini nampak indah dan pesona, dengan kelestarian dan kemurnian semua itu kuberikan untuk kalian semua untuk anak cucu kalian semua, agar semeka semua melihat dan bisa meikmati keindahan yang membiru itu.
Apa jadinya kalau sudah seperti itu kah, apa kalian semua ingin hidup di dunia dengan kekumuhan yang kericuhan, seingga tak bisa menikmati lukisan-lukisan itu, dan marilah kita syukuri menjaga menikmati lukisan=lukisan tuhan yang sudah di sediakan untuk kita semua.

@salam-indonesia dari saya Yuni Ambarwati


Jumat, 23 Juni 2017

LIMA HARI

Hari ini, tepatnya lima hari
Aku menuju jawaku kala itu,
aku merasa kegirangan
bahkan, aku tak tahu apa artinya duka
semua ku nikmati dengan lapang dada
indahnya alammu tiada tandingannya
 duduk bersandar dengan lamunan
terkadang terseyum manja
bersama angin yang selalu menyapa
menerjang segala yang ada didepanku
tak kuasa aku menolaknya
hingga terpejamnya mataku
untuk menghindari dari berbagai hembusan angin
bergejolak menganak panah pikiranku
bahwa semua bisa terjadi dalam sekejamnya waktu
 dengan kenikmatan yang kurasa hanya sementara waktu saja
cintaku dewataku

DEWATA HADIRKAN PESONA

Indahnya naungan pesona pulau dewata memberikan hangatnya bening asri di mata cahaya pagi sang surya menyapa hati dan jiwa berseri di pulau bali bersamanya membuat hati bersama tema-teman hidup semakin lengkap dengan senyum merekah semangat hadir di seperpanjang jalan angin pun menghembus tak terasa telah sampailah pada indahnya pulau dewataku karena dewata telah hadirkan pesona

Kamis, 27 April 2017

bayangan menghitam

senja merona diujung barat selalu menjadi milikku, untuk bisa menggenapkan waktu menuju malam penuh harmoni. menemaniku dalam kegelapan dan mengantarkanku hingga menyongsong fajar. aku sungguh tak mampu dalam lamunan yang terkadang hanya melihat bayang-bayang yang menghitam begitu saja. tampaknya ada sesuatu yang menggrandungi dalam setiap langkahku, entah itu bayangan apa, aku tak mampu untuk menatapnya, apalagi merabanya. tapi aku hanya bisa merasakan dalam hati. terkadang aku bertanya pada diriku sendiri, itu siapa yang selalu membayangi aku, apa dia tak punya aktivitas selain menggaggu hati. apakah ia memang hanya bayangan yang selalu menghitam dalam hidupnya, dan tak mampu untuk membuka topeng bayangannya. @bayangan-menghitam?

Sabtu, 22 April 2017

gambar semarak kartini

SEMARAK KARTINI 2017

SEMARAK KARTINI
DI UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

Setiap Tanggal 21 April kita sebagai warga negara Indonesia khususnya perempuan merayakan Hari Kartini, dari tahun ke tahun sejauh yang kita ingat setiap hari Kartini disekolah atau dikampus diwajibkan memakai pakaian adat daerah dari berbagai pelosok tanah air atau kegiatan‐kegiatan yang berkaitan dengan kewanitaan. Salah satunya kampus Universitas PGRI Semarang yang tiap tahunnya akan selalu memperingati Tanggal 21 hari Kartni dan selalu diselenggaran oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.
Serta pemilihan PUTRI KARTINI dari 21 peserta yang terpilih semua memiliki jiwa kaum para wanita yang mampu memberikan peneladanan serta motivasi-motivasi agar kaum wanita bisa terinspirasi dengan adanya sosok Ibu Kartini ibu pejuang yang mampu mengobarkan jiwa raganya untuk anak-anak bangsa, dan mereka mampu menjadi pengayoman untuk mendidik dan menjadi guru ngaji pula. Luar basanya ibu Kartini ini perempuan yang tangguh serta bisa dikatakan jiwa laki-laki. Pendidikan Bahasa Sastra dan seni ini tujuan kami semua adalah agar putri katini yang dipilih bisa memberikan contoh yang baik dan patut ditiru bagi semua wanita tepatnya dilingkungan kampus kami yaitu kampus Universitas PGRI Semarang.
Dari 21 finalis putri kartini hanya tiga orang saja yang ditentukan yang lebih baik dari yang lainnya. Dari ke tiga orang tersebut ada yang menjadi putri kartini, putri persahabatan, dan putri kartini favorid, pemilihan tiga orang tersebut tidak hanya memilih saja melainnya banyak perjalanan untuk menyeleksinya. Agar perempuan tersebut bisa memberi contoh bagi teman-teman yang menjadi kaum wanita terbaik. Agar wanita yang lain dapat termotivasi, dari ketiga orang terpilih tadi bisa lebih baik untuk memperjuangkan sesuai hak yang telah ditentukan bersama kaum wanita tercinta.
Padahal justru dalam sejarahnya Ibu Kartini malah berusaha mendobrak dominasi kaum pria dimana kaum perempuan bisa sekolah setinggi‐tingginya, dan mendapatkan hak yang sama dengan kaum pria.
Tapi Ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari harapan, ada yang mandiri seolah‐olah bisa hidup tanpa kaum pria, atau kaum perempuan menjadi budak di negeri orang dan menjadi bahan pelecehan atau diperjual belikan.Yang seharusnya adalah kesetaraan, saling menghormati, saling mendukung, dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi.
Di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat, masih banyak kita lihat ketidakadilan yang diterima oleh kaum perempuan. Tapi apakah sebagai perempuan harus diam diperlakukan seperti itu. Nasib kita sebagai kaum perempuan ada ditangan kita sendiri, jadi perlihatkan kalau kaum perempuan itu tidak lemah dan mempunyai kekuatan untuk melebihi kaum pria tapi tidak lepas dari tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan ,dan masyarakat sebagai kodratnya kaum perempuan.
Semoga makna Kartini ditahun ini dan juga tahun‐tahun mendatang bukan sekadar memperingati dengan kegiatan‐kegiatan tapi muncul Kartini‐Kartini baru yang melegenda seperti Ibu Kartini. Sebuah Bangsa akan maju bergantung pada kualitas perempuan. Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada seorang perempuan yang kuat, dan tabah memikul beban sebagai seorang istri, seorang ibu, seorang karyawati, dan seorang anggota masyarakat yang baik dan berkpribadian.“
Peringatan hari kartini identik dengan gegap gempita perayaan untuk menghidupkan lagi semangat emansipasi kaum wanita. Pasalnya, kartini merupakan sosok pejuang yang dinilai berhasil mengangkat derajat kehormatan sosok perempuan yang sebelumnya hanya dipandang sebelah mata.  Peran wanita tidak bisa  dipungkiri begitu penting. Meski dewasa ini perang wanita tak hanya berkutat dilingkungan rumah tangga saja, akan tetapi kaum wanita lah yang merupakan banteng tarakhir perlindungan terhadap anak yang notabene merupakan anak penerus bangsa. Saat ini peran perempuan tidak lagi sekadar berada didalam wilayah domestic, namun peran yang merambah wilayah yang lebih luas dalam sosial kemasyarakatan.
Atas dasar itu pula, kita berharap seluruh masyarakat mengambil hikmah dari perjuangan kartini. Harkat dan martabat kaum perempuan harus terus diperjuangkan sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan. Mereka memiliki hak yang sama dengan kaum laki –laki untuk dilindungi sebagai warga Negara dari segala potensi ancaman dan penindasan. Wanita tidak hanya sebagai ibu rumah tangga yang sudah saya katakana diatas tadi. Namun wanita juga seorang guru bagi anak-anak .mereka mendidik, mengayomi, membimbing dan lani sebagainya. Agar anak-anak mereka bisa meraih suatu cita-cita yang diinginkan, sepertinya dari Ibu Kartini seorang perempuan pejuang keras untuk mensukseskan anak bangsa agar mereka semua menjadi generasi yang berkualitas.
Kartini memiliki cita-cita yang luhur pada saat itu yaitu mengubah masyarakat. Khususnya kaum perempuan yang tidak memperoleh hak pendidik. Juga untuk melepaskan diri dari kaum yang tidak adil dan paham-paham materialisme untuk kemudian beralih keadaan ketika kaum perempuan mendapatkan akses untuk mendapatkan hak dan dalam menjalankan kewajibannya. Dalam bukunya yang tertulis Kartini untuk  Anton dan Nyonya pada4 Oktober 1920. Yaitu, “ kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, buakn sekali-kali dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan penaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.
Ilmu yang diperoleh para wanita melalui pendidikan inisebagai bekal mendidik anak-anak kelak agar menjadi generasi yang cendekia. Bukankah anak yang dibesarkan dari ibu yang berkependidikan akan sangat berbeda kualitasnya engan mereka yang dibesarkan secara asal? Inilah yang saat diperjuangkan kartini selama ini. Dan harus kita contoh, karena generasi semakin maju maka semakin baik pula dan banyak alat-alat teknologi yang canggih. Dari itu wanita bisa belajar dengan alat yang lebih canggih untuk mencari informasi agar bisa dicontohkan untuk anak-anaknya kelak
Kartini adalah sosok yang berani menentang adat-istiadat yang kuat dilingkungannay. Dia menganggap manusia yang sederajat sehingga tidak seharusnya adat-istiadat membedakan berdasarkan asal usul keturunannya. Pada saat kartini menjadi kyai, ia baru mengerti makna dan arti surat pertama dan induk Al Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubarinya. Demikianlah, kartini adalah sosok yang mengajak setiap perempuan memegang teguh ajaran agamanya dan meninggalkan ide kebebasan yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya . kartini menunjukan bahwa kartini berjuang dalam kerangka mengubah keadaan perempuan pada sat itu agar dapat mendapatkan haknya. Diantaranya menurut pendidikan dan pengajaran untuk kaum peremuan yang juga merupakan Kewajiban dalam islam. Bukan berjuang menuntuk kesetaraan dan pria yang sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis.
Kini jelas apa yang diperjuankan aktivis jender dengan mendorong perempuan meraih kebebasan dan meingkatkan rumah tangganya  bukanlah perjuangan kartini. Sejarah kartini telah dipersalahgunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Kaum muslim telah dijauhkan dari islam dengan dalih kebebasan, keadilan, dan kesetaraan jender. refleksi perjuangan kartini saat ini sangat disayangkan karena banyak disalah artikan oleh wanita-wanita Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh pejuang-pejuang. Fenimisme untuk menipu para wanita. Agar mereka beranggapan bahwa perjuangan fenimisme memiliki akar dinegerinya sendiri yaitu perjuangan kartini. Mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal yang kadangkala sampai sampai dibatas kodrat sebagai wanita.
Terima Kasih

Rabu, 05 April 2017

pagi yang menyongsong senja

Seperti pagi ini, sangat sepi, dan aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Hingga nanti senjapun datang aku masih tetap disini. Mentari tak menyapaku, mentari tak memberi semangat padaku bagaimana aku tak kesepian seperti ini. Bahkan aku tak mampu untuk melanjutkan semua aktivitasku ini. Pagi yang aku tunggu ternyata membawa keheningan pada kesunyian diri ini. Burung yang biasanya berciu-ciu bersebrangan diatap rumahku pagi ini ia tiada, ayam jantan yang biasanya berkokok membangunkanku pagi ini tiada pula. Keheningan selalu menyapa dalam perjalananku, hingga aku sudah tak kuasa untuk melankah lagi.

“Adakalanya aku ingin menempatkan diri ini seperti Embun. Seperti tetesan air dipagi hari yang datang setelah fajar terbit dan menghilang kala untuk menyongsong hingga senja”.

Apa yang sedang aku lihat, apa yang sedang aku dengar, dan apa yang sedang aku rasakan. aku sudah merasakan asupan sinar pagimu untuk memberikan semangat padaku agar aku mampu melanjutkan perjalan ini hingga senja nanti. beraktivitas dan melanjutkan perjalanan ini tak perlu banyak berfikir lagi karena pagiku sekarang adalah pagi yang membawa sejuta keindahan pagi yang ramai penuh dengan aktivitas. Beranggapan dengan datangnya senja aku tak takut dan merasa kesepian lagi karena banyak aktivitas yang aku jalankan sesui alur yang tertera pada perjalananku untuk menyongsong hingga senja menyapaku dengan hembusan angin yang manja yang menjelang malam tiba berasa syahdu.

Pagi bukan alasan untuk bermanja-manjaan ditempat. pagi adalah bergantinya hari untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan yang akan kita kejar dalam hidup. Merangkai sajak-sajak dalam kehidupan yang telah kita rasakan didunia. Seperti mimpi diatas satu setengah kaki sebuah perjalan hidup yang sangat keras sepeti kerasnya baja. Semua itu akan baik-baik saja jika kita sanggup melanjutkan perjalananmu. Perjalanan sangat panjang dan jauh maka jangan berhenti disatu sisi saja. Sisi-sisi yang lain bahkan banyak yang lebih baik dan lebih membuat fikiran kita mengudara terbang hingga keujung dunia pasti kita akan menempuhnya pula.

Melanjutkan perjalan hidup kita tak lupa dari rasa antusias. Berjalan tak hanya sekadar berjalan, namun rasa antusias itu membuat kita berhati-hati, agar perjalan kita tidak sesat pada jalan yang kita telusuri saat pagi hingga senja. Pagi berjalan dengan hati-hati saat menuju senja. Itu adalah melambangkan agar kita untuk berhati-hati dan bersungguh-sungguh, suatu aktivitas  bila tidak didasari dengan rasa ikhlas maka akan tersia-sia oleh apa yang saat kita jalankan hingga hari demi hari telah kita lalui.

Bersamanya Embun yang sudah ditakdirkan saat fajar untuk mengilang. Ia akan datang lagi saat bergantinya pagi menyambut matahari menyapa. Dan aku ditakdirkan untuk sepertinya, agar aku bisa menjalankan perjalananku kembali hingga tapak kaki ini mampu mengukir disepanjang jalan yang menyelusuri perjalananku. Dan pada saat aku berfikir kenapa harus menunggu esok bila sekarang aku mampu menjalankannya. Kita itu hanya untuk menyongsong masa depan bukan masa bergelantungan, itu adalah masa-masa yang tidak jelas, tidak memiliki karakteristik pada hidupnya. Dalam perjalanan hidup ada yang namanya kegagalan. Itu hanya wajar semua orang pasti mengalami kegagalan, namun jangan heran dan jangan putus asa karena hanya mengalami kegagalan, kegagalan adalah suatu proses untuk mengantarkan kita melanjutkan dalam perjalanan.

Mencoba untuk merenung lagi, saya berfikir dan berevaluasi diri. “apa sebenarnya saya salah dalam hidupku? Saat mengalami kegagalan tersebut. Tetapi tidak lama saya mendapatkan inspirasi baru bahwa kegagalan sebuah rancangan awal sebagaimana orang yang sudah berusaha sungguh-sungguh tapi belum menemukan jalan yang diinginkan. Namun tak pernah ngeluh, semua jalan yang kita jalani sudah ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Kita hanya menjalankan alur kita. Sebagaimana dengan Cahaya mentari yang tugasnya hanya untuk menerangi sejagat raya namaun matahari tak mampu untuk menghiasi saat malam-malam yang gundah. Melainkan pula bintang hanya untuk menghiasi malam-malam kita ia hanya selalu ada pada waktu malam saja.

Lihatlah pada cermin itu. Orang yang ada dicermin itu adalah sang penolong yang kita cari untuk menunjukan bagaimana caranya maraih sukses. Nah, sesungguhnya tidak ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati ujuan dan tantangan. Tanpa kita memulai diri sendiri untuk berusaha, belajar dan berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka kita tidak akan pernah meraih sukses”. Semua itu berawal dari diri kita masing-masing, jika kita mampu melanjutkan perjalanan ini, maka sukses akan dirinya menghampiri kita dan selalu bersahabat pada diri kita.

Bertindak untuk menjadi orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjalannnya. Menjalankan sesuatu dengan niat yang hakiki serta lantunan doa semangat dan ulet. Maka kesengsaraan akan menjauh pada diri kita bahkan  itu menjadi musuh kita selamanya dalam hidup kita. Memiliki pribadi yang cendekia sangatlah mudah asal kita tidak lalai dalam perjalanan yang kita tempuh. Ingatlah pada setiap pagi, rasakan asupan sinarnya yang memberikan semangat baru untuk kita. Sesepi pagi ini akan memengarui perjalannan kita. Itu tentu karena sepi kita tidak mau menjalankannya bahkan melangkah satu langkah pun tak mau serasa berat perjalanan yang kutempuh.

Aku suka senja. Karena senja adalah saat matahari mulai redup ia memberikan warna yang indah pada langit. Iaa mampu memberikan pancaran sinarnya yang begitu lembut untuk memandangnya aku tak bosan selalu beiringan dengan angin yang menerjang ombak dilautan dan daun-daun yang melambai-lambai.
Namun, aku lebih suka Pagi. Pagi adalah harapan indah yang aku miliki untuk meraih angan di hati, dengan semangat tak pernah mati. Kubuka pagiku dengan bahagia karena sejahtera menyapa jiwa raga sehat tiada luka terucap syukur kepada yang maha kuasa. Kubuka pagi dengan ceria, semua akan baik-baik saja jika kita selalu positif terus melangkah pada perjalanan ini, maka kesuksesan untuk kita semua.

@Terima kasih
sedikit bercerita pada kehidupan perjalanan.

Minggu, 19 Februari 2017

alam indonesiaku

pada dasarnya aku ingin jadi diri sendiri aku sangat cinta alam ini aku tak mau berpaling dari alam ini yg sebagaimana alam ini sudah memberikan aku kehidupan yg khalayak sempurna memberikanku segalanya yaitu sumber airnya sumber makanannya ini semua dihasilkan dan dihidupkan dari alam ini. jadi, aku akan selalu mencintai tanah air indonesiaku aku merindukanmu wahai alam alam yang sangat elok.

dalam satu langkah kakiku tak akan pernah berhenti untuk menjajahi semua isi alammu yang kini sudah tahu karena semua alam yang kau ciptakan tak akan pernah bohong indahnya dan itu bener bener asli dalam ciptaanmu, idemu serta itu semua untuk membuat manusia bersyukur karena masih diberikan nikmat serta kebahagian untuk memcuci mata. agar tidak bosan dengan kekeruhan yang ada padahal manusia nya itu sendiri yang buat itu semua.

manusia di ciptakan untuk melindungi,mencintai serta menjaganya hinggal alam itu hidup kembali. agar hijau yang setiap pagi datang membewakan kesejukan pada mata dan tubuh menjadi sehat. serta agar kita bisa mensyukurinya.

hingga mata ini tak kuasa saat menatapnya. setitik embun yang kini berada diujung daun akan menjatuhkan kebumi. hingga debu tak mampu untuk berterbang tinggi lagi.

terima kasih