Seperti
pagi ini, sangat sepi, dan aku tak sanggup melanjutkan perjalanan ini. Hingga
nanti senjapun datang aku masih tetap disini. Mentari tak menyapaku, mentari
tak memberi semangat padaku bagaimana aku tak kesepian seperti ini. Bahkan aku
tak mampu untuk melanjutkan semua aktivitasku ini. Pagi yang aku tunggu
ternyata membawa keheningan pada kesunyian diri ini. Burung yang biasanya
berciu-ciu bersebrangan diatap rumahku pagi ini ia tiada, ayam jantan yang
biasanya berkokok membangunkanku pagi ini tiada pula. Keheningan selalu menyapa
dalam perjalananku, hingga aku sudah tak kuasa untuk melankah lagi.
“Adakalanya
aku ingin menempatkan diri ini seperti Embun. Seperti tetesan air dipagi hari
yang datang setelah fajar terbit dan menghilang kala untuk menyongsong hingga
senja”.
Apa
yang sedang aku lihat, apa yang sedang aku dengar, dan apa yang sedang aku
rasakan. aku sudah merasakan asupan sinar pagimu untuk memberikan semangat
padaku agar aku mampu melanjutkan perjalan ini hingga senja nanti. beraktivitas
dan melanjutkan perjalanan ini tak perlu banyak berfikir lagi karena pagiku
sekarang adalah pagi yang membawa sejuta keindahan pagi yang ramai penuh dengan
aktivitas. Beranggapan dengan datangnya senja aku tak takut dan merasa kesepian
lagi karena banyak aktivitas yang aku jalankan sesui alur yang tertera pada
perjalananku untuk menyongsong hingga senja menyapaku dengan hembusan angin
yang manja yang menjelang malam tiba berasa syahdu.
Pagi
bukan alasan untuk bermanja-manjaan ditempat. pagi adalah bergantinya hari
untuk melangkah dan melanjutkan perjalanan yang akan kita kejar dalam hidup.
Merangkai sajak-sajak dalam kehidupan yang telah kita rasakan didunia. Seperti
mimpi diatas satu setengah kaki sebuah perjalan hidup yang sangat keras sepeti
kerasnya baja. Semua itu akan baik-baik saja jika kita sanggup melanjutkan
perjalananmu. Perjalanan sangat panjang dan jauh maka jangan berhenti disatu
sisi saja. Sisi-sisi yang lain bahkan banyak yang lebih baik dan lebih membuat
fikiran kita mengudara terbang hingga keujung dunia pasti kita akan menempuhnya
pula.
Melanjutkan
perjalan hidup kita tak lupa dari rasa antusias. Berjalan tak hanya sekadar
berjalan, namun rasa antusias itu membuat kita berhati-hati, agar perjalan kita
tidak sesat pada jalan yang kita telusuri saat pagi hingga senja. Pagi berjalan
dengan hati-hati saat menuju senja. Itu adalah melambangkan agar kita untuk
berhati-hati dan bersungguh-sungguh, suatu aktivitas bila tidak didasari dengan rasa ikhlas maka
akan tersia-sia oleh apa yang saat kita jalankan hingga hari demi hari telah
kita lalui.
Bersamanya
Embun yang sudah ditakdirkan saat fajar untuk mengilang. Ia akan datang lagi
saat bergantinya pagi menyambut matahari menyapa. Dan aku ditakdirkan untuk sepertinya,
agar aku bisa menjalankan perjalananku kembali hingga tapak kaki ini mampu
mengukir disepanjang jalan yang menyelusuri perjalananku. Dan pada saat aku
berfikir kenapa harus menunggu esok bila sekarang aku mampu menjalankannya. Kita
itu hanya untuk menyongsong masa depan bukan masa bergelantungan, itu adalah
masa-masa yang tidak jelas, tidak memiliki karakteristik pada hidupnya. Dalam
perjalanan hidup ada yang namanya kegagalan. Itu hanya wajar semua orang pasti
mengalami kegagalan, namun jangan heran dan jangan putus asa karena hanya
mengalami kegagalan, kegagalan adalah suatu proses untuk mengantarkan kita
melanjutkan dalam perjalanan.
Mencoba
untuk merenung lagi, saya berfikir dan berevaluasi diri. “apa sebenarnya saya
salah dalam hidupku? Saat mengalami kegagalan tersebut. Tetapi tidak lama saya
mendapatkan inspirasi baru bahwa kegagalan sebuah rancangan awal sebagaimana
orang yang sudah berusaha sungguh-sungguh tapi belum menemukan jalan yang
diinginkan. Namun tak pernah ngeluh, semua jalan yang kita jalani sudah
ditakdirkan oleh yang maha kuasa. Kita hanya menjalankan alur kita. Sebagaimana
dengan Cahaya mentari yang tugasnya hanya untuk menerangi sejagat raya namaun
matahari tak mampu untuk menghiasi saat malam-malam yang gundah. Melainkan pula
bintang hanya untuk menghiasi malam-malam kita ia hanya selalu ada pada waktu
malam saja.
Lihatlah
pada cermin itu. Orang yang ada dicermin itu adalah sang penolong yang kita
cari untuk menunjukan bagaimana caranya maraih sukses. Nah, sesungguhnya tidak
ada orang lain selain diri kita sendiri yang bisa menolong diri melewati ujuan
dan tantangan. Tanpa kita memulai diri sendiri untuk berusaha, belajar dan
berjuang, ulet dan tidak menyerah pada keadaan, maka kita tidak akan pernah
meraih sukses”. Semua itu berawal dari diri kita masing-masing, jika kita mampu
melanjutkan perjalanan ini, maka sukses akan dirinya menghampiri kita dan
selalu bersahabat pada diri kita.
Bertindak
untuk menjadi orang yang selalu bertanggung jawab atas apa yang sudah
dikerjalannnya. Menjalankan sesuatu dengan niat yang hakiki serta lantunan doa
semangat dan ulet. Maka kesengsaraan akan menjauh pada diri kita bahkan itu menjadi musuh kita selamanya dalam hidup
kita. Memiliki pribadi yang cendekia sangatlah mudah asal kita tidak lalai
dalam perjalanan yang kita tempuh. Ingatlah pada setiap pagi, rasakan asupan
sinarnya yang memberikan semangat baru untuk kita. Sesepi pagi ini akan
memengarui perjalannan kita. Itu tentu karena sepi kita tidak mau
menjalankannya bahkan melangkah satu langkah pun tak mau serasa berat
perjalanan yang kutempuh.
Perjalanan
ini yang membuatku mengerti apa arti sebuah kehidupan. Kita belajar dari hal
kecil terlebih dahulu lalu kita bisa merasakan bahwa hal kecil tidak semuanya
berjalan dengan mulus, semua butuh proses dengan sendirinya. Diibaratkan saja
matahari terbit dari timur lalu tenggelam dari sebelah barat, semua akan
berproses dengan baik karena sesuatu yang kita jalankan tidak bisa kita lalui
dengan secara instan.
Aku
suka senja. Karena senja adalah saat matahari mulai redup ia memberikan warna
yang indah pada langit. Iaa mampu memberikan pancaran sinarnya yang begitu
lembut untuk memandangnya aku tak bosan selalu beiringan dengan angin yang
menerjang ombak dilautan dan daun-daun yang melambai-lambai.
Namun,
aku lebih suka Pagi. Pagi adalah harapan indah yang aku miliki untuk meraih
angan di hati, dengan semangat tak pernah mati. Kubuka pagiku dengan bahagia
karena sejahtera menyapa jiwa raga sehat tiada luka terucap syukur kepada yang
maha kuasa. Kubuka pagi dengan ceria, semua akan baik-baik saja jika kita
selalu positif terus melangkah pada perjalanan ini, maka kesuksesan untuk kita
semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar