Selasa, 27 Juni 2017

kemerlipnya keindahan

ketika aku berada di atas kunikmati pantai Marina yang indah,  angin yang menghembus menerpaku deburan ombak yang menerjang bebatuan sekitar, luasnya lautan yang mengkilatkan cahaya mentari membuatku tak ingin sebentar disitu. semua keindahan nan alami penuh imaji, ingin ku ungkapkan semua kata-kata, karena keindahannya tak bisa kulampau, di tengahnya sana banyak karang yang berdiri dengan teguh, langitpu terlihat membiru sehingga meluaskan samudra yang tak bertepi, ku hanya bisa memandagnya saja, ku hanya bisa melangkahkan kaki ini dengan setapak-tapak. lalu yang bisa menjadi janji fakta adalah bekas jejak yang kuat karena tak bisa diterpa oleh ombak yang menentang.dan inilah pantai penuh pesona, semua karya Tuhan yang  abadi tiada tandingannnya. terkadang tangan-tangan manusialah yang nakal dan kejam yang bisa merobek lukisan keindahan nan biru itu
Ketika alam marah, semua lautan tak bisa nampak membiru lagi melainkan akan berubah menjadi coklat, semua terjadi musibah tanpa kita sadari bahwa ulah manusia yang tak bisa menjaga kelestarian yang sudah Tuhan lukiskan dengan seindah mungkin. kalau sudah begitu siapa yang wajib kita salahkan? manusiakah atau siapakah? dan saat Tuhan berkata "wahai manusia kenapa kau tak pernah mensyukuri nikmat yang aku beri, itu adalah lukisanku utukmu, agar dunia ini nampak indah dan pesona, dengan kelestarian dan kemurnian semua itu kuberikan untuk kalian semua untuk anak cucu kalian semua, agar semeka semua melihat dan bisa meikmati keindahan yang membiru itu.
Apa jadinya kalau sudah seperti itu kah, apa kalian semua ingin hidup di dunia dengan kekumuhan yang kericuhan, seingga tak bisa menikmati lukisan-lukisan itu, dan marilah kita syukuri menjaga menikmati lukisan=lukisan tuhan yang sudah di sediakan untuk kita semua.

@salam-indonesia dari saya Yuni Ambarwati


Tidak ada komentar:

Posting Komentar